Jenis sama, tugas berbeda
Dalam
Pandangan Islam
Sebagian
orang (termasuk orang-orang Islam) menganggap bahwa agama Islam berat sebelah
dan merugikan kaum wanita. Kaum wanita memerlukan kebebasan bergaul dan
bekerja. Menurut sebagian besar masyarakat memandang saat sekarang, Islam tidak
menempatkan kaum wanita dalam kedudukan yang layak. Lalu mereka bertanya,
bagaimana kedudukan dan peran wanita Islam? Apa yang telah di dharma baktikan secara
nyata oleh muslimah (wanita Islam)? Apa yang diartikan “kebebasan kaum wanita”
atau emansipasi kaum wanita? Bagaimana seharusnya “hidup berkeluarga dan
berumah tangga”? dua jenis manusia, laki-laki dan wanita, apakah pembagian itu
adil dan tidak merugikan salah satu pihak?
Apabila
kita membahas suatu masalah yang sukar dicari penyelesaiannya, oleh akal,
sebaiknya dicari hal-hal yang ada persamaannya sebagai bahan perbandingan. Kata
“wanita” berarti ada kata lawannya, yaitu “pria” atau “laki-laki”. Wanita berarti
“perempuan”, keduanya sama-sama manusia. Jadi manusia di bagi menjadi dua jenis
kelamin, maka harus dinyakini bahwa pembagian jenis itu semata-mata hanya untuk
“pembagian tugas”, dan setiap jenis punya kekhususan, punya fungsi, kedudukan
dan tugas masing-masing. Apabila tugas dan kepentingan keduanya sama, tentunya
cukup hanya satu jenis saja.
Sebagai
contoh, waktu dan jaman yang meliputi adanya malam dan siang. Pada awalnya, orang
mengira bahwa malam dan siang adalah saling berlawanan. Ini karena yang satu
gelap dan yang satunya terang. Apabila dikaji lebih dalam, keduanya tidak
berlawanan, siang bukan untuk melawan malam, begitu pula sebaliknya. Antara keduanya
tidak bisa dicari perbandingannya. Tentunya masing-masing melaksanakan tugas
yang tidak bisa dilakukan oleh yang lain. Keduanya memiliki tugas sendiri, ada
tugas siang hari, ada tugas malam hari.
Allah telah menguraikan secara tegas dan jelas dalam Al qur’an di Surat Yunus ayat
67: “Dialah
yang menjadikan malambagi kamu, supaya kamu bisa istirahat padanya dan
menjadikan siang terang benerang, supaya kamu mencari karunia Allah”.
Makna ayat ini, bahwa malam adalah waktu untuk istirahat, memantapkan diri,
ketentraman dan ketenangan. Sementara waktu siang untuk bekerja dan berusaha. Oleh
karena itu, apabila jaman ini hanya waktu siang atau malam saja, tentu tidak akan
bermanfaat.
Demikian
Allah jadikan manusia, jaman dan lainnya yang berbeda macamnya, tentu tidak
lain adalah untuk melaksanakan tugas dari Allah dengan sebaik-baiknya. Apabila kita
banding-bandingkan, berarti kita mengabaikan tugas dan fungsi dari keduanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar